Senin, 02 September 2013

Cara Terbaik

12.57
Hai selamat bertemu lagi...
Aku sudah lama menghindarimu...
Sialku lah kau ada di sini...
Brukkk!!!
“Aduuh.. maaf kak..” Ifa buru-buru meminta maaf ketika melihat siapa yang ditabraknya. Kak Aldo, seniornya di kampus yang baru saja menjadi tempat menuntut ilmu baginya.
“Iya, gak apa-apa kok..tuh teman-teman kamu ada di sana, sana kamu gabung sama kelompokmu..” Aldo tersenyum sambil menunjuk sekelompok maba yang sedang berbaris.
“Makasih kak, permisi..” Ifa buru-buru menyingkir untuk bergabung bersama teman sekelompoknya.
Hari ini adalah hari ketiga masa orientasi mahasiswa baru di kampusnya. Sejak awal, mahasiswa baru diharuskan untuk mengenal para seniornya. Ifa sendiri berusaha keras menghapal nama-nama seniornya, terutama yang terlihat sangar. Sialnya, semakin galak para senior itu, semakin sulit bagi Ifa untuk mengingat nama mereka. Berbeda dengan beberapa senior yang menurutnya baik, Ifa justru sangat mudah menghapal nama-nama mereka. Senior yang baik-baik itu umumnya menjadi panitia bagian kesehatan, sedangkan yang galak umumnya panitia disiplin. Kak Aldo menjadi bagian dari panitia disiplin, tetapi Ifa mengingat nama dan wajahnya karena Kak Aldo berbeda. Tak seperti kakak-kakak disiplin lainnya yang senang sekali berteriak-teriak atau memasang tampang sok galak, Kak Aldo tetap ramah walau kata-katanya terdengar tegas. Ia juga sesekali terlihat memamerkan seyumnya yang terlihat tulus.
***

Selasa, 07 Mei 2013

Menepi Ke Sate Maranggi

08.22


           Beberapa waktu lalu, saya makan di Sate Maranggi Cibungur yang terletak di Purwakarta. Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya saya makan di sana. Sebelumnya sudah pernah, tetapi seingat saya, itu sudah lama sekali, mungkin saat saya masih di SMP. Yang tersisa dari ingatan saya, tempat ini begitu ramai dan kami minum es kelapa. Seingat saya pula, dulu saya pergi ke sana dengan keluarga besar saya. Nah, yang kemarin ini juga sama. Kami, saya dan keluarga besar saya, pergi ke sana hanya untuk makan. Keluarga saya memang suka seperti itu, pergi ke tempat yang cukupjauh hanya untuk makan :D. Bisa dibilang, keluarga saya, dan ehem, saya sendiri, memang pencinta kuliner :D.


Kamis, 25 April 2013

Warna-Warni Sawarna I: Awal Perjalanan yang Berwarna-warni

09.10

       
Langit Sawarna siang itu.. :)

           Yippiee.. sudah lama tidak menulis tentang jalan-jalan *nyengir*. Sebenarnya, cerita ini sudah lama dialami, hanya saja baru kali ini sempat dituliskan dan diterbitkan di blog, hehehe. Yap, ini cerita saat tahun baru 2013 lalu. Formasi anggota(untuk anggota gengs payungs), yaitu Kenny, Ageng, Hanum, n saya. Sama dengan saat Kemping, kali ini Lia juga berhalangan untuk ikut. Lain kali harus lengkap yaa geengs.. ;) Oh iya, selain gengs ada juga Juned yang seperti biasa, membawa Silver kesayangannya. Trus, ada juga yang baru gabung, yaitu Tommy n Sasha, selamat bergabung dengan kelompok pejalan yang tak jelas ini, sob.. :D

Setitik Cerita tentang Dunia Per-Aikido-an

04.51


foto studiooo xD
 Ehem...ngakunya sih di profil, suka jalan-jalan dan suka olahraga, tapi belom pernah tulis tentang olahraga yaa? :D Oke, kali ini saya akan membahas sedikit tentang kesukaan saya yang satu lagi, olahraga. Mau jujur dulu sih, sebenernya, saya nggak jago-jago banget dalam bidang olahraga. Paling banter, cuma lari pagi aja... itu juga prestasi maksimalnya cuma sebatas muterin lingkar luar UI ya, dan jangan salah, itu juga udah dicampur jalan santai..hahahaha.. Eh tapi seru loh, dari kosan saya di Kukusan, saya biasa lari melewati FT, FE, FISIP, FPSi berbelok ke FH, MUI, Balairung, FIK-FKM, FMIPA, Poltek, dan kembali lagi ke Kukusan, hehe..dan saya justru tidak pernah lari melewati FIB (soalnya udah biasa pas berangkat/pulang kuliah) :D 

Sabtu, 13 April 2013

Lelah

22.11
surat itu, 
hampir seluruhnya berisi keluhan dan cercaan..
ya, untukku..
darimu..

baru kusadari,
aku tak memahamimu sepenuhnya..
tetapi,
bukankah setiap orang berbeda?

maaf untuk segalanya...
aku masih berteman akrab..
dengan salah, lemah, bodoh, dan ceroboh..

namun, 
takkah kaulihat dan kaurasa...
setitik tulus yang tersisip di antaranya?