Senin, 31 Januari 2011

Kampung Inggris Part 1 (Wisata Kuliner)

08.02
Halo, lama tak berbagi kata di sini... Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya selama berada di Kampung Inggris. Kampung Inggris (KI) terletak di Pare, Kediri, Jawa Timur. Kenapa disebut Kampung Inggris? Menurut desas-desus yang beredar di masyarakat disertai fakta yang ada di lapangan, tempat ini disebut Kampung Inggris karena banyak tempat les bahasa Inggris di sini. Mengenai sejarahnya, saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karena yang dibahas dalam tulisan ini bukan mengenai sejarah Kampung Inggris :P

Kali ini, saya akan mengajak Anda untuk berwisata kuliner. Makanan yang saya jelaskan di sini adalah makanan yang pernah bahkan sering saya konsumsi selama saya berada di sana. Sekadar info, makanan di sini harganya jauuuuuuh lebih murah bila dibandingkan dengan di Jakarta (ya iya laaah! :d). Oh iya, untuk beberapa menu makanan sebenarnya sudah biasa ditemui di Jakarta, tapi bagi saya yang pecinta kuliner (baca: pemakan apa saja asal halal) setiap makanan pasti punya cita rasa yang berbeda-beda meski dengan nama yang sama. Bagi saya pribadi, hasil akhirnya sih tetap sama : Semua enak! :d Nah, makanan apa sajakah yang pernah mampir ke tenggorokan dan lambung saya, silakan menikmati cerita dan gambarnya! :D

Rabu, 29 Desember 2010

Di balik sedih, ada bahagia menanti... (ihiiiiy!)

04.21
Kali ini yang saya posting bukan tentang perjalanan dengan makna denotasi, melainkan dengan makna konotasi. Perjalanan memang tidak hanya tentang soal pergi ke satu tempat atau sampai ke tempat tertentu, bukan? Perjalanan juga merupakan sebuah proses. Proses untuk sampai ke sesuatu yang menjadi tujuan. Perjalanan adalah proses, begitu juga dengan hidup. Agak berat memang analoginya, hehe... Tapi kali ini saya memang ingin menulis tentang perjalanan hidup, proses dalam hidup. Banyak sebenarnya yang dimaksud dengan proses dalam hidup, tetapi saya hanya ingin menulis tentang salah satu yang simpel, sedih dan bahagia. Itu pun tidak secara keseluruhan karena berbagai keterbatasan.

Minggu, 28 November 2010

Perjalanan ala Buku Petualangan di Pulau Sempu

21.48
Pantai Sendang Biru
Setelah sekian lama menelantarkan blog ini, saya berusaha untuk mulai menulis kembali, mencoba melawan rasa malas yang luar biasa ini (hehe..). Memang the power of malas (halah..) sering kali mengganggu bahkan menghalangi niat baik kita yang sudah sejak lama kita tekadkan. Kali ini, saya tekadkan untuk menulis kembali, sekadar berbagi cerita tentang pengalaman saya ke Pulau Sempu, Malang, Jawa Timur.

Perjalanan ke Sempu ini tercetus tidak sengaja. Awalnya, sudah sejak lama saya merencanakan untuk berkunjung ke Gunung Bromo, sayangnya, saat waktu keberangkatan saya semakin dekat, status Gunung Bromo adalah siaga, teman-teman seperjalanan kemudian menganjurkan untuk berganti tujuan dari pada kami nekad menantang maut dengan keukeuh ke Bromo.

Kamis, 09 September 2010

Pancaran Pangandaran

22.56



Kembali lagi.. : )
Kira-kira beberapa bulan yang lalu, saya bersama tujuh teman saya melakukan perjalanan dalam rangka refreshing. Ada yang refreshing dari tugas kantor, refreshing dari tugas kuliah, atau seperti saya sendiri refreshing dari SKRIPSI!!! hahaha.. Entah mengapa,  saya sudah ingin sekali menghirup aroma pantai. Saya memang sangat menyukai pantai serta biru yang mengelilinginya. Saya juga menyukai hijaunya gunung dan pepohonan, beningnya air yang mengalir, serta jingganya sore. Semua selalu membuat saya merasa jauh lebih damai.

Kali ini, perjalanan kami menuju Pangandaran dengan Green Canyon sebagai tempat yang wajib dikunjungi. Setelah menempuh perjalanan hampir tiga belas jam (kami berangkat pukul 22.00 dari terminal Kampung Rambutan dan sampai di Pangandaran kira-kira pukul 10.00 pagi), akhirnya sampai kami di sebuah losmen (gak semewah hotel soalnya..hehe..). Beberapa teman langsung membersihkan diri dan beristirahat sesampainya di kamar. Tetapi saya dan seorang teman selesai membersihkan diri justru langsung ingin menjelajahi tempat baru ini. Ditambah lagi, seorang teman sudah terlebih dahulu menikmati indahnya pantai di siang hari. Saya dan seorang teman pun langsung bergegas menyambut indahnya pantai yang tak jauh dari losmen tempat kami menginap.

Sabtu, 26 Juni 2010

Tak Selalu

22.59


untuk menunjukkan bahwa kita bahagia,
tak selalu dengan tertawa terbahak-bahak…
untuk mengisyaratkan bahwa kita sedih,
tak harus selalu dengan menangis meraung-raung…
pun, untuk merefleksikan bahwa kita terluka,
tak harus selalu dengan teriakan atau jeritan..

tahukah kau bahwa kadang-kadang…
seulas senyum tipis dapat menjadi petunjuk bahwa kita bahagia…
air mata di pelupuk yang tak sempat jatuh menjadi isyarat kesedihan kita…
dan rintihan lirih melukiskan bahwa kita sedang terluka…
tak perlu berlebihan, sebab kadang-kadang hidup sesederhana itu…