![]() |
| Pintu gua sebelah kanan |
Jumat, 09 Maret 2012
New
Rabu, 07 Maret 2012
New
Lebaran tahun lalu, seperti biasa saya dan keluarga pergi mudik ke Jogja. Seperti biasa, keluarga saya konvoi dengan keluarga pakde saya yang akan menuju ke Purworejo. Sebenarnya banyak cerita selama perjalanan itu. Namun, karena sebelumnya saya sudah memberi judul tulisan ini dengan kedua nama gua tersebut, saya hanya akan bercerita tentang kedua gua tersebut. Gua Pari dan Gua Bening, dua gua yang letaknya ternyata tidak jauh dari rumah mbah saya (saya baru mengetahui ini setelah bertahun-tahun ke sana -___-). Ukuran kedua gua ini memang tidak besar. Namun, bagi saya pribadi, kunjungan ke kedua gua ini memberikan kesan tersendiri. Yaa, menurut saya, setiap tempat yang saya jelajahi pasti memberi makna dan kesan *aseeek.. :p
Kamis, 23 Februari 2012
New
Percaya gak kalo kendaraan dan penggunanya harus punya chemistry? Kok kesannya kaya kendaraan itu pacar kita ya? :p Tapi, memang ini kok yang saya rasakan. Dulu, saya sayang sekali dengan motor mio saya (Gimana nggak, kan dia yang selalu anter saya ke mana-mana. Dia yang membawa saya ke kampus, ke tempat makan, pokoknya ke mana-mana. Saya menyebutnya my luvly Mio (*eaaaa.. :p). Untuk di sini, saya perkenalkan, nama aslinya Mio, motor keluaran Yamaha jenis mio. Mio punya warna yang cukup elegan menurut saya, abu-abu metalik. Sudah beberapa kali dicat, kadang-kadang jadi abu-abu agak cokelat, kadang-kadang abu-abu gelap, kadang-kadang abu-abu terang. Intinya sih, tetap abu-abu :D.
Senin, 14 November 2011
New
Percuma..semua ini percuma..
Bila..masih ada air mata..
Tak sanggup… sungguh aku tak sanggup…
Bila… masih perih yang kau beri…
Berakhir sudah…atau aku akhiri saja…
Sebuah lagu yang mengalun terasa pas sekali dengan apa yang sedang kurasakan. Yah, mungkin lebih baik semuanya diakhiri. Tak rela memang sebenarnya. Tak rela waktu lebih dari setahun ini terbuang percuma. Tak ikhlas melepas semua kenangan indah yang pernah kami rasa bersama. Kukirimkan pesan singkat ke ponselnya. Aku tak sanggup menyampaikannya secara langsung. Melihat air matanya sudah cukup menyakitkan untukku. Mungkin aku terlihat sebagai pengecut. Tapi, setidaknya menurutku, inilah cara terbaik. Aku tak mampu melihatnya lagi. Aku tahu dia pasti terluka. Sama sepertiku, sangat terluka. Namun aku yakin, tak akan lama baginya untuk dapat menemukan obat bagi lukanya. Bidadariku itu selalu dikelilingi oleh cahaya-cahaya terang. Dan cahayaku selalu tidak cukup terang untuknya.
***
Sabtu, 29 Oktober 2011
New
Halooo... udah lama blog ini gak dijenguk yah? Kalau diibaratkan rumah, sepertinya sudah banyak
laba-laba yang membuat sarang di sini..hehehe...
Nah, supaya gak jadi sarang laba-laba beneran, kali ini saya mau posting tulisan lagi. Tulisan ini terinspirasi dari sebuah fabel karangan Aesop. Ketika saya mencari contoh fabel untuk anak-anak, entah kenapa saya tertegun cukup lama saat membaca cerita yang satu ini. Satu hal, dongeng atau fabel memang memuat pesan moral. Dan pesan itu tidak menggurui.
Itu sebabnya, sampai saat ini saya masih suka membaca cerita-cerita dongeng (tentu saja bukan yang isinya tentang putri-putrian ya :D).jpg)
.jpg)